Apa kabar para pemirsa semua? *halah* cukup basa basinya ya, mari kita mulai maraton postingan (karena masalah koneksi, ga jadi maraton postingan) kita. Postingan pertama (tadinya ini yang mo dipublish duluan) ini kita akan bahas kegiatan aing di hari terakhir tahun 2009 penanggalan Masehi.
Hari terakhir di 2009 kemarin aing pake untuk senang2 bersama seseorang tentu saja
, salah satunya, Aing kesampaian juga menikmati nonton film di studio premiere ciwalk. Impian dan angan2 yang sempat beberapa kali tertunda sejak studio bioskop ini menyemarakkan dunia hiburan kota Bandung tercinta
.
Kenapa sering tertunda? selain karena harus benar2 memilih film yang akan ditonton, mengingat harga tiket cukup diatas rata2 (kalo ga bisa dibilang mahal)
. Punya dana dan sudah menentukan film bagus yang akan ditonton pun, belom memberikan jaminan kalo bisa dengan gampang dapet tiket di studio ini, kenapa? Karena kapasitas tempat duduk di studio ini hanya 30 seat
.

Lantas apa yang menyebabkan studio premiere ciwalk ini begitu istimewa? Pertama, eveything is first class. Mulai dari ruang tunggu tersendiri berbentuk lounge yang terpisah dari lobby xxi ciwalk. Kedua, pelayanan ticketing, yang juga terpisah dari studio xxi reguler, Ketiga, susunan tempat duduk yang hanya terdiri dari 3 kolom n 5 baris. Masing-masing kolom berisi 2 tempat duduk yang menyatu. Ketiga, tempat duduk yang digunakan di studio ini pun sangat berbeda dari biasanya, disini digunakan semacam sofa tunggal yang dapat disesuaikan kemiringan/kelandai-annya. Mungkin anda pernah meliah sofa tunggal yang berfungsi juga sebagai kursi pijat? nah mirip2 seperti itulah, hanya disini tidak ada fungsi getar/pijatnya
. Keempat, diantara (ditengah2nya) kedua korsi di masing2 kolom dan baris itu terdapat sebuah meja tuk minuman n makanan yang dapat dipesan dari lounge studio premiere. Kelima, last but not least, they give us a blanket
*norak mode on*. Pokonya, harus nonton film yang bener2 seru kalo nonton di premiere, kalo ga kita hanya akan pindah tidur saja
. Sayangnya karena terlalu terkesima *another norak mode* aing ga sempet berfoto2 di sana, jadi anda bisa bayangkan sendiri saja ya, atau bagaimana anda rasakan sendiri sensasi-nya, cukup dengan 50 ribu rupiah saja
.
Enough about premiere studio, o ya, aing ga dibayar loh
). Sekarang kita bahas film yang aing tonton yaitu Sherlock Holmes
(tepok tangan donk ah
). But before you goes on, harus aing kasi tau, kalo aing ga pernah bikin review, jadi takutnya review yang aing buat ini berisi spoiler2, jadi pikir2 tuk melanjutkan baca yah
. Isi di luar tanggung jawab penulis
oke, mungkin bagi kamu2 penggemar novel2 bergenre detektif, tentu ga asing lagi dengan nama detektip satu ini… yup bener, dia adalah sherlock holmes sang detektif dari Inggris. Aing rasa udah banyak film layar lebar yang diangkat dari novel karya sir Arthur Conan Doyle ini, terutama di tahun 1980an. Kali ini akan kita bahas film yang diluncurkan akhir tahun 2009 ini
. Tapi seperti yang aing bilang di atas, kalo aing itu ga biasa bikin riview, jadi kita bikin singkat aja yah
.
Cerita dimulai pada saat Holmes dan teman setianya Watson menggerebek sbuah acara ritual dark magic pimpinan Lord Henry Blackwood, dan cerita/kasus pun mulai berkembang dari situ (dan hanya berputar2 di situ saja). Singkat cerita, si Lord kayu hitam (Blackwood. Red.) itu ditangkap dan dihukum gantung karena telah membunuh dan mempraktekkan ilmu hitam. Kasus selesai dan holmes dapet kasus lain?? harusnya sih gitu, tapi tar jadinya ini bukan film donk, tapi sinetron yang satu episodenya satu kasus
. Jadi diceritakan di sini, setelah si kayu hitam itu ditahan, london menjadi sebuah kota yang aman, sehingga holmes pun ga dapet kerjaan dan Watson sudah mulai pindah ke lain hati (dari Holmes ke seseorang perempuan bernama Mary) dan mulai melupakan asiknya memecahkan kasus.
Tapi cerita/film bertambah seru ketika si kayu gelap itu diberitakan bangkit kembali dari kematian dan keluar dari makam-nya, teror pun kembali ke kota London dengan setting di jaman revolusi industri (di film digambarkan London bridge yang tersohor itu sedang dibangun). Dan kita pun akan dibawa oleh Holmes dan Watson, juga Irine Adler memecahkan kasus ini, berbagai intrik, konflik, juga trik bertebaran sepanjang film. Semuanya disusun sedemikan rupa sehingga film yang berdurasi skitar 2.5 jam ini tidak membosankan untuk ditonton
.
What i like from this movie?
Aing suka cara sutradara memvisualkan kejeniusan seorang Sherlock Holmes dengan sangat berkelas. Tidak berlebihan, tidak juga kurang, pas banget deh.
Aing suka dengan fighting scene-nya. Bener2 menggambarkan masa lalu, dimana senjata api belom menjadi andalan.
Aing suka nongton pilm ini dengan si dia
What i don’t like from this move?
Aing kurang suka dengan obrolan-obrolan yang kadang kurang penting 
Mungkin jika kamu adalah seorang penggemar berat Sherlock Holmes, mungkin kamu akan sedikit tidak suka dengan kesimple-an film ini
Overall, aing kasi nilai 7 deh dari 10. Another great movie to watch
PS:
Pelem ini disutradarai oleh Guy Ritchie, Cast by Robert Downey, Jr. as Sherlock Holmes, Jude Law as Dr. John Watson, Rachel McAdams as Irene Adler, Mark Strong as Lord Henry Blackwood, Kelly Reilly as Mary Morstan, dll
*Picture taken from wikipedia*
===========
Aing Pamit
===========